Postingan

Mengapa Misi NASA di Hentikan Sementara? Berikut Alasannya

Jakarta - Sebuah kabar datang dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Mereka berencana untuk menghentikan sementara sebagian besar misi eksplorasi robotic Mars pada bulan Oktober. Lalu apa alasan NASA menghentikan misi di Mars? Rupanya, penghentian tersebut dilakukan NASA berdasarkan pada alasan keamanan yang terkait dengan posisi World Merah di luar angkasa. Mengutip Area, Rabu (29/9/2021) pada 7 Oktober, Mars akan mencapai posisi dalam orbitnya yang disebut konjungsi matahari. Peristiwa ini terjadi setiap dua tahun ketika bumi bergerak di belakang matahari dari sudut pandang Bumi. Atmosfer luar matahari yang panas atau korona, yang terletak di garis pandang, ternyata dapat mengganggu komunikasi antarplanet. "Itu bisa merusak perintah dan menghasilkan perilaku tak terduga dari para penjelajah luar angkasa kami,"ungkap NASA dalam sebuah pernyataan. Setidaknya saat ini ada lima misi NASA yang berjalan di planet Mars, termasuk di antaranya ada...

Setelah Beberapa Bulan Menurun, Kenapa Kasus Covid-19 di India Meningkat Kembali?

Jakarta - Setelah gelombang kedua pandemi Covid-19 yang mematikan menyergap India pada bulan April dan Mei, kasus dilaporkan terus menurun di seluruh negeri dalam beberapa bulan terakhir, bahkan ketika pembatasan juga dilonggarkan. Namun kondisinya berbeda di negara bagian Maharashtra di barat dan negara bagian Kerala, selatan India. Beberapa bulan terakhir dua negara bagian itu mencatat lagi lonjakan kasus corona. Pada hari Rabu, Maharashtra melaporkan 3.783 kasus baru corona dan 56 kematian, menjadikan jumlah total  kasus infeksi menjadi lebih 6.500.000 dan jumlah korban meninggal lebih dari 138.000. Kerala mengkonfirmasi complete kasus infeksi lebih dari 4.400.000 dengan hampir 23.000 kasus kematian. Para ahli telah memperingatkan potensi gelombang ketiga yang akan menyerang pada bulan Oktober, di tengah musim celebration yang akan datang, dimulai dari event Hindu Ganesh Chaturthi yang berlangsung selama 11 hari dimulai hari Jumat. Pemerintah negara bagian juga te...

Apakah wabah Bubonic? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Wabah bubonic adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Wabah ini menyerang manusia dan hewan. Bakteri Y. pestis dibawa oleh kutu yang tinggal di tikus. Orang bisa tertular penyakit ini ketika digigit kutu tikus atau tikus yang sudah terinfeksi. Kucing juga bisa menjadi media penularan. Ini terjadi ketika kucing memakan tikus yang terinfeksi. Wabah bubonic atau pes bubonik diberi nama demikian karena menyebabkan pembengkakan nodus limfa (buboes). Nodus limfatik yang terkena antara lain di ketiak, pangkal paha, dan leher. Pembengkakan yang terjadi bisa mencapai ukuran telur dan menimbulkan pus.   Apakah wabah bubonic mematikan? Ya, wabah bubonic sangat mematikan. Tercatat lebih dari 25 juta orang meninggal pada abad ke-14 akibat wabah ini. Ini melebihi dua per tiga populasi Eropa saat itu. Orang yang meninggal akibat penyakit ini biasanya memiliki jaringan berwarna hitam ditubuhnya. Ini merupakan jaringan mati atau gangren. Oleh kare...

Karena Perubahan Iklim Spesies Komodo Terancam Punah, Berikut Penjelasannya

Jakarta - Perubahan iklim disebut menjadi salah satu ancaman besar bagi komodo. International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mencantumkan komodo sebagai salah satu spesies terancam punah. Seperti diberitakan, Senin (6/9/2021), satwa endemik Indonesia yang mendiami Taman Nasional Komodo itu disebut semakin terancam punah oleh dampak perubahan iklim. Di antaranya akibat dari kenaikan suhu worldwide dan kenaikan permukaan air laut, yang diperkirakan akan mengurangi environment komodo, setidaknya hingga 30 persen dalam 45 tahun ke depan. Lantas, apakah perubahan iklim benar-benar menjadi ancaman besar bagi komodo? Peneliti Herpetofauna Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Evy Ayu Arida mengatakan status komodo yang naik dari rentan menjadi terancam punah yang dikeluarkan IUCN adalah peringatan untuk melindungi satwa ini. Seperti disampaikan IUCN bahwa perubahan iklim memberi ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup komodo dan menyebabkan satwa ini t...

Ilmuwan Mendetksi Sebuah Mutasi Virus Covid-19 Baru di Afrika Selatan, Yaitu Varian Baru C.1.2

Jakarta - Institut Nasional untuk Penyakit Menular di Afrika Selatan telah melaporkan deteksi varian baru yang menarik dari SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19. Saat ini virus yang dikenal sebagai C. 1.2, ditemukan di semua provinsi di negara Afrika. Dikutip dari IFL Scientific research, Rabu (1/9/2021), infection varian C. 1.2 ini penyebarannya tidak secepat delta, hanya kurang dua persen dari semua genom berasal dari garis keturunan ini. Kendati begitu, garis keturunan varian C. 1.2 ini memiliki mutasi yang mirip dengan yang terlihat pada variants of interest (VOI) and also variants of concern (VOC). Ini berbagi beberapa mutasi umum dengan varian Beta dan Delta, tetapi juga mutasi baru. Dengan setiap varian virus yang berkembang, ada kekhawatiran bahwa hal itu dapat membuat vaksin tidak efektif dalam memeranginya. Seperti dilansir World Health and wellness Organization (THAT), saat ini ada empat VOC, bernama Alpha, Beta, Gamma, dan Delta, serta empat VOI, Eta, Scrap,...

Apa Perbedaan Vaksin Moderna Dan Vaksin Pfizer Yang Akan di Gunakan Indonesia? Berikut Selengkapnya

Jakarta - Dua vaksin Covid-19 berbasis messenger RNA (mRNA), vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, akhirnya mulai digunakan di Indonesia. Namun, apa perbedaan kedua vaksin mRNA tersebut? Dari beberapa jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan di dunia, hanya dua vaksin yang dibuat dengan teknologi baru berbasis mRNA. Baik vaksin Pfizer-BioNTech maupun Moderna, adalah dua jenis vaksin virus corona yang berasal dari Amerika Serikat, yang tahap awalnya diberikan kepada para tenaga kesehatan dan penghuni fasilitas perawatan jangka panjang. Kedua vaksin Covid-19 tersebut adalah vaksin pertama yang digunakan di negara tersebut, serta sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah. Seperti apa cara kerja vaksin mRNA, baik vaksin Pfizer maupun Moderna? Dilansir dari Wellness, Kamis (26/8/2021), vaksin Pfizer dan Moderna dibuat menggunakan teknologi baru yang disebut mRNA. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), vaksin Covid-19 tersebut bekerja dengan mengkodekan sebagian ...

Apakah Orang Bertato Boleh Mendonorkan Darah Atau Tidak?

Jakarta - Banyak yang mengira bahwa orang bertato tidak boleh mendonorkan darah Padahal, memiliki tato tidak termasuk dalam kriteria orang yang tidak bisa melakukan contributor darah. Dilansir dari Medical News Today, orang bertato boleh mendonorkan darah, asalkan tidak memiliki penyakit tertentu. Palang Merah Amerika menetapkan masa tunggu selama 12 bulan setelah menerima tato sebelum orang tersebut mendonorkan darah. Ini bertujuan untuk menghindari risiko liver disease. Hepatitis merupakan peradangan hati. Hepatitis B dan hepatitis C termasuk penyakit yang menular dan berpotensi mematikan. Seseorang dapat tertular liver disease jenis ini jika bersentuhan dengan darah orang yang menderitanya. Diperlukan waktu selama 6 bulan untuk mengembangkan gejala liver disease setelah terpapar. Masa tunggu 12 bulan setelah mendapatkan tato lebih lama dari masa inkubasi hepatitis untuk memastikan pengidap penyakit tersebut tidak mendonorkan darah. Namun, masa tunggu ini hanya berlak...